Inter Milan Siap Jual Milan Skriniar

Satu berita baik hadir buat Barcelona serta Manchester United. Bek target mereka, Milan Skriniar diberitakan akan dilepaskan oleh Inter Milan pada bursa transfer musim panas tahun kedepan. Skriniar sendiri adalah salah satunya pemain terunggul Inter Milan musim kemarin. Walau mainkan musim perdananya bersama dengan Nerrazurri, dia sukses menunjukkan diri menjadi benteng yang kuat buat raksasa Serie A itu. Kesolidan Skriniar dalam menggalang pertahann Inter mengundang perhatian MU serta Barcelona.

Ke-2 raksasa Eropa itu coba membawa sang bek pada musim panas tempo hari, akan tetapi penawaran mereka tidak diterima mentah-mentah oleh raksasa Serie A itu. Dikutip Calciomercato, ada keinginan baru buat Barca serta MU untuk mengambil Skriniar. Pasalnya Inter Milan diberitakan telah akan memutuskan untuk melego sang pemain pada musim panas kelak.Menurut laporan itu, fakta Inter Milan ingin jual Skriniar sebab mereka ingin lolos dari sangsi FFP. Pada musim panas tempo hari, Inter Milan berbelanja lumayan besar.

Akhirnya keuangan mereka minus seputar 50 juta Euro karena kegiatan transfer itu. Inter sendiri terancam terserang embargo transfer bila tidak berhasil menyamakan neraca keuangan mereka itu, hingga mereka mesti jual beberapa pemainnya pada musim panas kelak.Minus 50 juta Euro ini sebenarnya cukuplah memberatkan buat Inter Milan.

Pasalnya mereka tidak miliki beberapa pemain berharga tinggi di team mereka. Selama ini beberapa nama yang punya potensi mempunyai nilai jual diatas 50 juta Euro cuma Mauro Icardi, Ivan Perisic, serta Milan Skriniar. Dua nama pertama beritanya tidak tersentuh di Inter Milan sebab belumlah ada alternatifnya, sesaat Skriniar sekarang ini telah mempunyai pelapis pada diri Stefan de Vrij. Akhirnya Inter beritanya akan merelakan Skriniar di jual di bursa transfer musim panas kelak.

Terkait :

Agen Bola,  Agen JudiJudi BolaBola OnlineBandarqBandarqqDominoqq,  PokerqqAgen BolaJudi BolaBandar BolaBola Online,  Agen Bola,  Judi BolaBola OnlineAgen BolaJudi BolaBola Online

CR7 Anggap Kemenangan Kontra Milan Sangat Krusial!

CR7 menganggap hasil kemenangan yang direngkuh timnya saat berhadapan dengan AC Milan begitu krusial. Seperti yang kita ketahui bersama, Juventus sendiri baru saja sukses mendapatkan tiga poin sempurna sata menjalani laga away ke kandang kebesaran milik AC Milan dalam pertandingan lanjutan Liga Italia musim 2018 – 2019 ini. Di mana pada lawatan yang dilakukan olehnya tersebut, Juventus sukses menghasilkan kemenangan dengan skor 2 – 0. Hal itu juga mendapat kata sambutan gembira dari sang mega bintang Juve yakni Cristiano Ronaldo. Pasalnya ia sendiri menilai jika hasil kemenangan atas Milan adalah satu hal yang sangat krusial.

Hal tersebut disebabkan karena kemenangan atas Milan membuat jarak poin Juve yang berada di puncak klasemen tetap memiliki keunggulan sebanyak enam angka atas Napoli yang menghuni posisi kedua. Seandainya pada laga melawan Milan tersebut Juve menelan kekalahan, maka mereka hanya akan berjarak tiga poin saja dati Napoli, yang mana itu adalah hal membahayakan bagi si Nyonya Tua. Terlebih lagi, dalam laga tersebut Ronaldo juga ikut menyumbang gol. Meski hanya satu gol, tetapi itu sangat berarti bagi Ronaldo lantaran sepanjang kariernya sebagai pesepakbola profesional, Cristiano Ronaldo belum pernah sekalipun mencetak gol kala bertanding melawan Milan di San Siro Stadium.

CR7 mengungkapkan perasaan gembiranya sekarang ini, khususnya bagi tim sebab bermain dalam laga tandang khususnya ke Milan selalu dirasakan sangat sulit baginya. Sebagaimana yang dikutip dari Football Italia pada hari Selasa, 13 November 2018 lalu, Ronaldo menyebut kemenangan dengan skor 2 – 0 yang dipetik di San Siro Stadium merupakan suatu pencapaian yang begitu berarti. Pria berkebangsaan Portugal itu menilai, sangat penting rasanya untuk memetik kemenangan, disebabkan karena kesebelasan Napoli sendiri sukses mengalahkan Genoa dalam pertandingan di malam hari itu. Ronaldo mengklaim tim mesti bisa menjaga jarak aman ke depannya.

Atas hasil positif tersebut, Juventus pada saat ini tercatat sudah mengumpulkan total 34 poin dan hal itu berarti mereka dapat mempertahankan posisinya di puncak klasemen sementara Liga Italia pada musim 2018 – 2019. Sementara Milan turun satu strip ke posisi lima lantaran perolehan poinnya disalip oleh Lazio. Apresisasi besar nyatanya juga patut diberikan kepada penjaga gawang Juventus, Wojciech Szczesny, lantaran mampu menggagalkan penalti striker AC Milan, Gonzalo Higuain, dalam pertandingan lanjutan Liga Italia 2018-2019. Keberhasilan Szczesny dalam menggagalkan penalti Higuain memang tidak dapat dilepaskan dari campur tangan striker anyar milik Juventus sendiri, yakni Ronaldo karena dirinya yang telah memberi wejangan sebelum eksekusi dilangsungkan.

Baca Juga :

Danes memukul balik untuk memecahkan impian Bohs

Bohemians 1 FC Midtjylland 2

Babak kedua comeback oleh FC Midtjylland mengakhiri pengalaman singkat Liga Champions untuk Bohemians di Dalymount Park tadi malam.

Tim Craig Sexton sedang dalam perjalanan mereka di babak pertama untuk menjadi tim Irlandia pertama yang harus menghadapi putaran dalam kompetisi ketika penalti Ali Reghba menempatkan mereka di depan gol tandang.

Namun, penalti Casper Tengstedt dan gol bunuh diri oleh Mitchell Byrne membunuh mimpi para Gipsi sebelum turn-out yang dapat dikreditkan sebesar 1.563.

Trailing 2-1 dari leg pertama di Herning, Bohs tahu kemenangan 1-0 akan mengamankan perjalanan mereka ke babak kedua dan mereka mulai dengan tujuan.

Reghba, striker tim pertama membangkitkan minat Leicester City dan Middlesbrough, menggunakan langkahnya untuk meregangkan pengunjung yang hidup berbahaya di setengah jam pembukaan.

Byrne seharusnya membuat mereka membayar ketika dia meronta bebas di tiang belakang untuk memenuhi umpan silang Steven Nolan delapan meter hanya untuk menghantam tendangan voli.

Itu semua Bohs di tahap terakhir setengah, dengan Rafn Elias Olafsson di gawang Denmark dipaksa untuk menyingkirkan drive rendah Ryan Graydon.

Seamus Curley juga menuju melebar dari yang lain pengiriman setan Nolan sebelum tekanan menyebabkan penghargaan penalti.

Full-back Andy Lyons dibundel dan Reghba mengobrak-abrik tendangan penalti di luar Olafsson meskipun stopper raksasa menebak dengan cara yang benar.

Itu terbukti menjadi malam adu penalti di Pusat Perbelanjaan berakhir delapan menit setelah jeda Swiss wasit Lionel Tschudi memutuskan penjaga gawang Bohs Seán Bohan telah menjegal Tengstedt. Sekali lagi, penjaga gawang melangkah ke arah yang benar namun tidak bisa menahannya.

Dengan Bohs membutuhkan yang lain untuk memaksakan perpanjangan waktu, kebugaran superior dari full-timer mulai mengatakan. Byrne tidak berdaya untuk mencegah mengubah umpan rendah Tengstedt dari jarak dekat.

Bohemians – S Bohan; A Lyons, M Byrne, S Curley, P Adigun; P Omochere (T Consadine 84), D Thornton, A Kelly, R Graydon (R Tierney 70); S Nolan; Reghba.

Baca Juga :

FC Midtjylland – RE Olafsson; OS Odeh, O Olsen, SJ Larsen, PT Anker; ED Dawa (AJ Abubakar 52), A Martis, HM Madsen; TG Isaken, C Tengstedt (DJ Bagger 85), LN Dyhr (GL Glessing 85).

Thomas Tuchel Kritik Keputusan Wasit PSG vs Napoli

Thomas Tuchel tak ragu untuk melontarkan kritik pada keputusan wasit dalam petandingan yang mempertemukan Paris Saint Germain dengan Napoli.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, mengkritisi sejumlah keputusan wasit di antaranya pada saat para anak didikannya melakoni laga kontra kesebelasan Napoli dalam match day ke 4 Grup C Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu, 7 November 2018 dini hari lalu (WIB).

Di mana salah satu di antaranya ialah ketika gol Napoli yang dia nilai lebih dulu terjadi off side sehingga pada akhirnya mesti dianulir. Pertandingan antara Napoli kontra PSG itu sendiri berlangsung di San Paolo, Naples.

Kedua kesebelasan sama-sama sudah tampil menyerang sejak babak pertama dimulai. Tapi, PSG sebagai tamu justru mampu unggul lebih dulu pada menit ke 45 dari gol yang dicetak oleh Juan Bernat.

Napoli pun tampak bermain lebih agresif pada saat memasuki babak kedua pertandingan. Upaya dari skuad didikan pelatih Carlo Ancelotti pada akhirnya dapat membuahkan hasil yang manis tepat di menit 60.

Di mana wasit Bojan Kuipers dari Belanda menunjuk tutik putih setelah Jose Callejon dijatuhkan oleh Thiago Silva dan Gianluigi Buffon di dalam kotak penalti.

Eksekusi penalti diambil oleh Lorenzo Insigne yang kemudian berhasil untuk enjebol jala gawang milik Gianluigi Buffon pada menit ke 62.

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor seri 1 – 1 meskipun kedua tim sama-sama mendapat peluang mencetak gol.

Menurut pendapat Thomas Tuchel, sebelum terjadi pelanggaran, Jose Callejon lebih dulu berada dalam posisi offside. Tuchel juga tak senang dengan keputusan Kuipers.

Terlebih lagi, wasit asal Belanda itu dia nilai juga luput memberikan penalti pada PSG. Seperti yang dilansir dari Football Italia pada hari Rabu, 7 November 2018 ini, Tuchel menerangkan jika penalti Napoli itu sendiri berawal dari situasi yang mana harusnya offside saat build-up.

Selain itu, tim seharusnya juga mendapatkan penalti dan keputusan tersebut membuat hasilnya menjadi berbeda.

Thomas Tuchel menerangkan jika para pemain asuhannya sudah mendapat kesulitan pada babak kedua dan itu adalah hal yang normal karena Napoli memberi tekanan yang tinggi dan akhirnya mereka bisa mengurung kami.

Kami harus bisa menerima hasil tersebut. Persaingan di Grup C menjadi semakin ketat saja pasca pertandingan di match day keempatnya.

Tak ada tim yang berhasil lolos ke babak 16 besar, dan juga belum ada tim yang tersingkir di antaranya. Liverpool, Napoli, PSG, beserta Red Star Belgrade akan saling berebut tiket lolos pada dua laga tersisa. Ketatnya lini persaingan di Grup C pun dia akui oleh Thomas Tuchel.

Ia berpendapat, grup ini benar – benar sangat ketat dan kekuatan tim sangat berimbang. Tapi, semuanya masih dapat menentukan bagaimana takdirnya di tangan masing – masing. Seperti diketahui, Napoli dan PSG harus rela berbagi poin saat kedua tim bertemu di lanjutan Liga Champions matchday empat.

Berunjuk gigi di markas kebesaran milik Il Partenopei, PSG sukses mencuri satu poin setelah bermain imbang 1 – 1. Sejatinya baik Napoli maupun PSG sendiri sudah sama-sama memainkan sepakbola terbaik mereka.

Tim tuan rumah Napoli beberapa kali mampu membuat repot tim tamu melalui peluang-peluang yang mereka dapatkan. Namun usaha mereka itu mampu dibendung oleh barisan pertahanan PSG dan juga beberapa aksi dari Gianluigi Buffon.

Terkait :

Agen Bola,  Agen Judi, Judi BolaBola OnlineBandarqBandarqqDominoqq,  PokerqqAgen BolaJudi Bola, Bandar Bola, Bola Online,  Agen Bola,  Judi BolaBola OnlineAgen BolaJudi BolaBola Online

Ronaldo Pede Bisa Reunian Lawan MU

Striker Juventus Cristiano Ronaldo mendapatkan kartu merah pada kiprahnya bersama dengan I Bianconeri di Liga Champions. Ronaldo juga terancam tidak jadi reunian menantang Manchester United. Di babak group Liga Champions 2018-2019, Juventus serta MU terhimpun di group yang sama. Ke-2 team akan berduel pada matchday ke-3 serta ke empat.

Baca Juga : Terry Berambisi Jadi Pelatih di Masa Mendatang

Sayangnya, Ronaldo justru terserang kartu merah di matchday pertama kontra Valencia. Ronaldo terima kartu merah langsung dari wasit Felix Brych karena insiden dengan bek Valencia Jaison Murillo. Ronaldo tampak mencolek Murillo. Untungnya, walau main dengan 10 pemain serta tiada Ronaldo, Juventus dapat menaklukkan Valencia 2-0 di Mestalla.

Dua gol Juventus diciptakan gelandang Miralem Pjanic melalui eksekusi penalti. Dengan mendaapat kartu merah langsung, Ronaldo ada peluang dapat mangkir menantang MU. UEFA mungkin akan menjatuhkan sangsi larangan bermain satu sampai tiga pertandingan.Akan tetapi, Daily Express memberikan laporan, Ronaldo masih optimis dapat main waktu Juventus menantang MU di matchday ke-3.

Ronaldo meyakini cuma akan mendapatkan sangsi 1x larangan bermain, yaitu di matchday ke-2 menantang Young Boys. UEFA akan membuat ketetapan sah tentang sangsi untuk Ronaldo pada Kamis (27/9/2018) kelak. Beritanya UEFA telah melihat siaran lagi insiden Ronaldo serta Murillo, dan akan memutuskan aksi Ronaldo tidak wajar mendapatkan sangsi dua atau 3x larangan bermain.

Terkait :

Agen Bola Terbaik

Judi Bola Terbaik

Judi Online Resmi

Agen Bola Resmi

Judi Bola Terbaik

Judi Online Deposit Murah

Situs Bola Online Terbaik

Agen Judi Bola Online

Catatan-Catatan Buruk Jerman Usai Tumbang Lagi

Jerman kembali menerima kekalahan. Roboh oleh Prancis membuat Die Mannschaft mengukir beberapa catatan, yang sayangnya negatif. Jerman kalah 1-2 waktu melawan Prancis di pertandingan UEFA Nations League di Stade de France, Rabu (17/10/2018) dini hari WIB. Unggul terlebih dulu karena penalti Toni Kroos, Jerman lalu kebobolan 2x oleh Antoine Griezmann. Hasil ini jadi memperburuk keadaan Jerman. Tiga hari kemarin team garapan Joachim Loew ini dipermalukan Belanda dengan score telak 0-3, ikut di UEFA Nations League.

Baca juga : Kroasia Siapkan Cara untuk Hentikan Messi

Menjadi catatan, dalam 13 laga paling akhir semenjak November 2017 lantas, Jerman hanya menang 3x. Mereka sama 4x serta menelan enam kekalahan. Ke enam kekalahan itu semuanya berlangsung di tahun 2018 ini, mengantarkan Jerman ke satu catatan jelek. Ini ialah pertama kali dalam riwayat Jerman –termasuk masa Jerman Barat– menelan enam kekalahan dalam setahun kalender (beradu penalti dihitung imbang).

Awal mulanya catatan terburuk mereka ialah lima kekalahan dalam setahun kalender pada 1956 serta 1985. Diluar itu Jerman ikut untuk kali pertamanya semenjak hampir 20 tahun kemarin, tidak berhasil memenangkan empat partai bersaing dengan berturut-turut. Pada Oktober 1999 sampai Juni 2000, juara dunia empat kesempatan ini tidak menang di empat pertandingan bersaing dengan beruntun.

Jerman memang alami penurunan semenjak akhir tahun kemarin. Di Piala Dunia 2018 lantas, Kroos dkk bahkan juga tersisih di babak group serta jadi juru kunci di belakang Swedia, Meksiko, serta Korea Selatan. Dengan hasil ini, Jerman sekarang berada di basic Group 1 UEFA Nations League A dengan satu point dari tiga pertandingan. Prancis pimpin group dengan tujuh point dengan jumlahnya laga yang sama, sesaat Belanda miliki tiga point dari dua pertandingan.

Terkait :

Agen Bola Terbaik

Judi Bola Terbaik

Judi Online Resmi

Agen Bola Resmi

Judi Bola Terbaik

Judi Online Deposit Murah

Situs Bola Online Terbaik

Agen Judi Bola Online

Bukan Man City, Guardiola Jagokan Madrid dan Barca di Liga Champions

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola cuma dapat mengharap timnya dapat bicara banyak di Liga Champions. Walau scuad Man City cukuplah oke, Guardiola mengaku Liga Champions ialah pertandingan yang spesial. Semenjak diatasi Guardiola, Man City menjelma jadi salah satunya team terkuat di Eropa. Musim kemarin, Man City bahkan juga memenangkan Premier League dengan pecahkan banyak rekor.

Baca Juga : Agen Buka Peluang Elseid Hysaj Gabung Chelsea

Dari mulai point paling banyak jumlahnya gol paling banyak serta beda point paling besar dari rangking ke-2. Meskipun begitu, Man City dapat dibuktikan masih tetap kesusahan di Liga Champions. Catatan terunggul Man City ialah sukses sampai semi final pada musim 2015/16 kemarin. Sesudah itu, Man City tidak pernah mengambil langkah lebih jauh. Guardiola juga mengerti timnya tetap harus mengawasi ketekunan bila ingin tampil prima di Eropa. Walau berstatus menjadi pelatih Man City, Guardiola mengaku favorite juara Liga Champions tetap didominasi oleh Real Madrid serta Barcelona. Ia mengerti ke-2 team itu mempunyai riwayat yang tambah lebih besar dari Man City, ikut AC Milan.

“Akan tiba waktu dimana AC Milan kembali bermain di Eropa, serta mereka pernah juara, saya tidak paham, lima, enam atau tujuh kali,” papar Guardiola di fourfourtwo. “Favorite saya ialah team yang mempunyai riwayat semakin besar dari kami – Real Madrid, Barcelona, tim-tim semacam ini.”Diluar itu, Guardiola ikut waspada ancaman Juventus yang sekarang mempunyai Cristiano Ronaldo. Juga, ia menyebutkan kemampuan konstan Atletico Madrid di Eropa dalam beberapa waktu paling akhir.

“Saya yakin Juventus beli Cristiano sebab ingin tunjukkan jika tahun ini mereka ingin juara. Mereka telah sampai final 2x, setiap saat mereka makin dekat.” “Atletico Madrid akan bermain di kandangnya. Mereka ialah team yang tampil begitu baik dalam beberapa waktu paling akhir,” sambungnya. “Lantas ada banyak team lainnya, serta saya mengharap kami dapat ada disana juga. “

Terkait :

Agen Bola Terbaik

Judi Bola Terbaik

Judi Online Resmi

Agen Bola Resmi

Judi Bola Terbaik

Judi Online Deposit Murah

Situs Bola Online Terbaik

Agen Judi Bola Online

Menurut Gary Neville, Inggris Butuh Modric

Eks kapten Manchester United Gary Neville menyebutkan tim nasional Inggris saat ini perlu pemain kreatif sekaliber Luka Modric. Sekarang ini tim nasional Inggris ditempati beberapa pemain bagus. Agen Judi Bola Online Dari mulai bek, gelandang sampai posisi serang. Stock gelandang mereka ikut cukuplah melimpah sekarang ini. Jordan Henderson cs bahkan juga tampil cukup pada Piala Dunia 2018 tempo hari serta sukses masuk semi final. Sayangnya walau miliki banyak gelandang, namun Inggris tidak miliki pemain yang bertipe playmaker.

Perihal ini awal mulanya telah jadi perhatian manajer The Three Lions, Gareth Southgate. Perihal ini sempat juga disinggung oleh legenda Liverpool, John Barnes. Dia menyebutkan tim nasional Inggris memang miliki banyak tukang dribel jempolan, tetapi sayangnya mereka tidak di dukung oleh hadirnya seseorang playmaker.Permasalahan ini lalu kembali diangkat oleh Neville. Dia menyebutkan tim nasional Inggris sekarang ini memang perlu gelandang kreatif seperti Modric. “Bukti ialah jika Modric pemain terunggul dalam dunia saat ini dengan sah serta kami cuma tidak mempunyai ketenangan itu, tipu muslihat serta pengetahuan yang saya fikir team Kroasia mempunyai beberapa pemain semacam itu dalam diri [Mario] Mandzukic, [Ivan] Rakitic, [Luka] Modric serta [Ivan] Perisic,” katanya pada Sky Sports.

Read : https://uceda.edu/members/agenjudibola/

“Mereka sudah bermain di final Liga Champions serta tampil dalam beberapa pertandingan dengan kualitas paling tinggi dan itu yang tidak dipunyai oleh Inggris sekarang ini,” keluh Neville.Neville lalu menyebutkan pemain Inggris yang setipe dengan Modric ialah Paul Scholes. Scholes sendiri telah pensiun dari level internasional semenjak tahun 2004 yang lalu. “Saya tidak berfikir Inggris membuahkan pemain yang tahu langkah mengatur permainan. Saya tetap menjelaskan Paul Scholes ialah pemain terunggul yang sempat main bersama dengan saya serta sejumlah besar pemain yang sempat bermain dengannya menjelaskan hal sama – kenyataannya, beberapa pemain yang sempat bermain menantangnya menjelaskan hal sama juga,” klaimnya.

“Dia lakukan suatu yang tidak ada yang dapat kami kerjakan serta itu mengatur tempo laga serta saat kita bicara mengenai Inggris tidak mengatur permainan, itu perihal yang Pirlo, Modric, Xabi Alonso serta Xavi bisa kerjakan – mereka type pemain yang Anda perlukan di tingkat internasional bila Anda ingin mengatur permainan,” terangnya. “Jika Anda lihat pemain Inggris yang mentas dari akademi, ada minimnya pandangan mengenai seperti apakah langkah mengatur permainan serta itu betul-betul bisa memengaruhi tempo laga serta membuat pertandingan berjalan dengan kecepatan yang mereka kehendaki. Ini mengenai tahu kapan mesti bermain operan panjang serta kapan mesti bermain umpan pendek serta pemain kami kelihatannya tidak dapat memahami bagaimana mendikte kecepatan permainan di tingkat internasional. Pandangan saya ialah jika itu ialah talenta yang tidak berada di negara ini,” tegasnya.

Terkait :

Agen Bola Terbaik

Judi Bola Terbaik

Judi Online Resmi

Agen Bola Resmi

Judi Bola Terbaik

Judi Online Deposit Murah

Situs Bola Online Terbaik

Agen Judi Bola Online